Cari Judul

Jumat, 18 April 2025

Dinding Kost (Niki x Ten)(Free)




Namanya Niki. Mahasiswa tingkat dua yang baru pindah ke kostan baru dekat kampus. Tempatnya kecil, tapi nyaman. Satu hal yang langsung aku sadari sejak malam pertama: dindingnya tipis banget.


Malam itu, saat Niki lagi rebahan sambil main HP, Niki denger suara samar dari kamar sebelah. Awalnya nggak jelas—cuma suara tawa kecil. Tapi lama-lama jadi suara desahan. Lembut, tapi nyata.Niki diam. Fokus. Telinganya mengarah ke dinding. Suara ranjang berderit pelan. Desahan itu makin jelas. Panas seketika meradang tubuhnya. Jantungnya ikut berdebar, tapi ia nggak bisa berhenti dengar.


Niki nggak tahu siapa yang tinggal di kamar sebelah, karena baru pindah. Tapi yang pasti yang kos itu tante cantik karena dia pernah menyapanya


sejak malam itu… Niki selalu menunggu suara itu. Setiap jam 11 malam. Hampir seperti rutinitas.


Sampai malam keempat. Niki mendengar suara desahan yang sama. Tapi kali ini… di tengah-tengahnya, terdengar suara itu bicara lirih.


“Kamu denger ya, Mas?”


Niki langsung panik. Keringat dingin. Apa ia kedengeran? Apa dia tahu? Tapi suara itu disusul tawa pelan.


“Kalau mau, ketuk aja…”


Niki terdiam di ranjang, jantung berdegup kencang. Tangannya gemetar, mata menatap dinding yang terasa makin tipis. Ia nggak tahu harus apa. Tapi jujur… godaan itu terlalu besar.



Niki pov


Aku duduk di pinggir ranjang. Tanganku masih menggenggam HP, tapi pikiranku nggak di sana. Suara tawa lirih dari balik dinding masih bergema di kepala.


"Kalau mau, ketuk aja..."


Itu bukan suara sembarangan. Nada suaranya... menggoda. Seolah dia tahu persis efeknya ke aku. Aku menelan ludah. Satu menit. Dua menit. Tangan kananku akhirnya terangkat, pelan-pelan mendekati dinding. Ragu. Tapi... akhirnya ku ketuk sekali.


Tok. Tok. Tok.


Sunyi.


Lalu... suara pintu diketuk dari arah luar kamar.


Deg. Deg. Deg.


Aku melangkah ke pintu, nahan napas. Kubuka perlahan. Di depanku berdiri pria cantikitu. Dia pakai kaus tipis warna abu yang jatuh longgar di bahunya. Celana pendek. Tapi wajahnya tenang, matanya menatapku... seperti dia sudah nungguin aku dari tadi.


"Akhirnya ngetuk juga," katanya sambil senyum kecil.


Aku cuma bisa berdiri bengong. “Tan… Tante yang di kamar sebelah?” Dia mengangguk, nyender di kusen pintu.


"Nama Tante.. Tante Ten."


Niki POV END



Tangan Ten naik, nahan pintu yang tadi mau aku tutup.


"Gak usah malu, Mas. Aku tahu kamu dengerin aku tiap malam


Tante kunci pintunya ya, Tante gak mau ada yang mengaggu kita, sayang"


Suara Ten pelan, tapi nadanya… bener-bener bikin kepala panas. Apa sayang? Niki tidak salah denger kan? Hatinya berdetak lebih kencang, Sebelum Niki jawab ten lebih dulu melangkah masuk.Ten menariknya sampai duduk ke pinggiran kasur niki


"Kamar kamu lebih sepi ya..." katanya pelan.


"Tapi kalau kamu mau... malam ini bisa lebih rame."


Niki cuma bengong, kayak orang bego. Tubuhnya tegang, bukan karena takut—tapi karena detik itu, Niki sadar : ini bukan lagi cuma mimpi. Ini nyata. Ada tante tante genit dikamarnya yang setiap hari ia hanya dengar desahannya dibalik dinding


"gausah canggung" kata Ten


"gimana kontolnya masih tegang gak…?" tanya Ten sambil mengelus kontol Niki dengan satu jarinya mencoba pendekatan


Tangan Niki juga sudah tanpa sadar sudah mengikuti alurnya, bersemayam dibalik kaos milik yang lebih tua, kini memberanikan diri meraba naik dan turun sisi pinggang hingga naik ke dada. Sementara Ten menahan tengkuk yang lebih muda agar ia mudah mencumbu puas bibir tipis Niki, meraupnya kasar sesekali yang menimbulkan lenguhan rendah keluar dari mulut Niki.


“Niki, Tante mau kontol.”


Bukanlah sebuah pinta, melainkan perintah yang tak bisa Niki tolak karena kejantanannya pun sudah sangat tersiksa dibawah sana, menegang total hanya dengan beberapa sentuhan Ten disana-sini.


Niki membuka kancing celananya lalu menurunkan resleting celananya, kemudian dia menurnkan celana dan dalamannya sampai kepaha, tidak ada waktu untuk basa basi, ia lebih suka to the point


“Fuck.”


Satu serapah lolos dari bibir Niki ketika hangat melingkupi kepala kontolnya, precume langsung mengalir dari lubang kencingnya. Lidah Ten menyapu bersih cairan putih itu, mengecapnya dengan berisik. Niki total memerah dibuatnya.


Bibir Ten yang kecil namun penuh itu perlahan melingkupi kulup kontolnya. kedua telapak tangan Ten menggenggam batang kontolnya ada kalanya ia bermain main dengan bola kembar niki, naik turun gerakan tangan Ten dan hisapan diujung kontol membuat Niki serasa melambung menembus angkasa.


“ahh tantee AHH… Mukutnya anget banget." Desah kuat Niki saat Ten menyedot kuat semua kontolnya menjilati sambil mengocok lagi kemudian menusuk lubang kencing Niki dengan lidahnya.


Dan tiba tiba saja Niki meremat surai kelam pria dibawahnya, pinggulnya bergetar menahan hasrat untuk menghentak tenggorokan Ten, saat itu juga ia muncrat didalamnya.


Croot crooottt


Tak mau menyisahkan sperma niki, Ten menelannya tanpa sisa sambil menatap Niki yang tengah menatapnya dengan terengah engah. Melihat Ten yang menyedot habis sisa sisa spermanya membuat kontol Niki kembali tegang. Niki bisa saja langsung bucat. Ten terlampau seksi dari dugaannya.


“Kontol baperan” Ten menciumi kontol Niki sekali.


"udah ya sayang. Sekarang kamu masukin kontol kamu kesini biar tante hamil anak kamu" Ten ngangkang memperlihatkan analnya seraya mengusap usap analnya yang merah merekah


Niki langsung melepaskan piyama yang dia pakaisudah tidak sabar langsung naik ke atas ranjang dan mengukung tubuh Ten


"tante cantik banget kalau lagi gini" kata Niki sambil memposisikan kontolnya di lubang Ten, lalu dengan sekali hentakkan Niki mendorong kontolnya kedalam lubang Ten, jake terus mendorong kontolnya di lubang sempit Ten sampai mentok didalam


“Ahhh masukinnhh yang dalemhhhh”


puk


pinggul Ten berjingkat. lubangnya makin basah karena tamparan pelan barusan.


"ga sabaran banget sih ini Tan, ini kontol niki lagi berusaha" tanpa foreplay tambahan Niki memasukan kontolnya. perlahan sampai pangkal.


Ten mendongak, mulutnya terbuka lebar dengan mata yang tidak fokus karena kenikmatan yang dirasa. 'enak enak enak enak.' Ten mengucap bak mantra, karena dimasukan perlahan Ten bisa merasakan tekstur kasar dari urat-urat yang menghiasi kontol Niki.


"keenakan sampai ga bisa jawab ya?"


"AHH!" Niki menyodok Ten tiba-tiba dengan sedikit tenaga.


Niki mendekatkan wajahnya ke wajah Ten lalu Ten mulai melumat bibir Niki, Niki juga membalas lumatan Ten, mereka memainkan lidahnya lalu menukar saliva mendambah nikmatnya hubungan ini


Kedua tangan Niki mulai menggenggam pinggal sintal milik Ten dan mulai menggerakkan maju mundur agar penisnya bisa masuk keluar didalam lubang Ten menyodok prostat Ten dan menikmati hisapan lubang ternikmat yang pernah ia rasakan


"fuckhh anjinghhh lontehhh enakhh bangethhh" desah Niki


Maju mundur maju mundur Niki menyodok Ten dengan kecepatan sedang tapi mentok. Ten cuma bisa mendesah dan merengek. Niki menyodoknya dengan presisi, tiap tusukan selalu menyundul titik nikmatnya.Dirasa sebentar lagi sampai puncak Niki mempercepat goyangannya sambil mengusap kontol Ten. Rengekan Ten makin menjadi. perutnya terasa kencang.


"AHHH MAAASS NIKII!" Ten menjepit kontol Niki kuat-kuat.


Crooottt


Keduanya bersamaan mencapai klimaks dan menyemburkan spermanya, kontol Niki ditarik keluar dan muncrat di badan Ten, Ten muncrat sampai membasahi perut Niki dan perutnya.


“Kenapa gak didalam sih biar hamil anak kamu” Ucap ten agak kesulitan sambil wajahnya dibuat pura pura kecewa.


“Tante lonte bener, masih ada permainan selanjutnya tan”


“Yeay.. asikkk”


Mereka berdua mencoba berbagai posisi, bermacam macam gaya sex Niki lakukan sampai gaya helikopter yang niki sukai. Semburannya ia buang didalam lubang Ten.


“AKKHHH AKHH didalam.. Semprott didalam AHHH”


CROOT CROOOT


Niki menyemprot sangat banyak sampai Ten merinding. Dengan bibir mereka masih berpagut. lidah saling membelit. air liur mereka bercampur jadi satu sampai membasahi dagu. baru ketika kehabisan napas mereka berhenti berciuman.


cup


Niki mengecup kening Ten, menyelipkan rambut basahTen kebelakang telinga.


"Mandi ya Tan… Kalo gak bisa jalan aku mandiin abis itu bobo ya."


Ten mengangguk. membiarkan Niki memandikannya, memakaikan pakaian bersih dan membereskan tempat tidur dan tidur di kos niki.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments

Instruksi Cara Beli PDF

  1. 1. Masuk ke Trakteer: Klik di sini, lalu bayar sesuai harga PDF.
  2. 2. Pesan dukungan harus ditulis dengan format: email dan judul PDF.
  3. Contoh: 123abc@gmail.com JUDUL PDF

  4. 3. Tunggu hingga pesanan Anda di ACC.

Catatan: Jika pembelian dilakukan antara jam 23:00 - 06:00 (jam rehat), ACC akan diproses setelah jam tersebut.

Jika masih bingung kontak dibawah ini

kontak @69696ustory