Cari Judul

Sabtu, 12 April 2025

Guru BK (Siwon x Lucas)(free)

Di SMAN 69, ada satu ruang yang paling ditakuti murid-murid: Ruang BK. Tapi bukan karena tempat itu penuh teguran atau hukuman administratif seperti biasanya. Tidak. Semua ketakutan itu berasal dari satu sosok: Pak Siwon.


Beliau adalah guru BK yang sudah mengajar lebih dari 20 tahun. Ramah di luar, berwibawa saat mengajar, dan tidak pernah terlihat marah. Tapi… siapapun yang dipanggil ke ruangannya, terutama murid-murid nakal, keluar dengan wajah pucat, mata sayu, dan perilaku yang berubah drastis—terlalu drastis. Seolah-olah ada yang hilang dari dalam diri mereka.


Sudah banyak cerita beredar. Anak-anak nakal yang masuk ke ruangannya selalu keluar dalam keadaan berbeda. Mereka tak lagi banyak bicara, tak lagi melawan, bahkan cenderung menghindari kontak mata. Semuanya berubah menjadi seperti... boneka kosong tanpa jiwa.


Kabar beredar dari anak-anak yang Pak siwon hukumkan bahwa di dalam ruang BK itu juga ada “kasur tua” yang ditutupi kain putih. Tak ada yang tahu buat apa. Tapi anak-anak percaya, kasur itu bukan sekadar perabot tidur. Mereka menyebutnya “kasur pengakuan”. Namun yang anehnya anak anak yang lain ataupun guru yang meninjau tidak pernah melihat kasur tersebut, sehingga masih menjadi mitos di sekolah itu


Suatu hari, Lucas, murid kelas 11 yang terkenal suka bikin onar—bolos, merokok di toilet, bahkan pernah membentak guru—dipanggil ke ruang BK. “Lucas, tolong ke ruang BK sekarang. Pak Siwon ingin bicara,” kata Bu Yoona, guru wali kelasnya.


Lucas bahkan terkenal di sekolah karena kelakuannya yang brutal. Ia pernah melempar meja saat ulangan, mengancam guru olahraga dengan kunci inggris, bahkan membakar seragam OSIS sebagai bentuk “protes”. Tapi Lucas tak takut siapa pun.


Lucas cuma mendengus. “Biasa, paling cuma ceramah doang.”


Dengan langkah malas, ia menuju ruang itu. Pintu ruang BK terletak di pojok sekolah, dekat gudang alat musik. Bangunannya agak tua, dan beraroma kayu lapuk. Lucas mengetuk pelan, dan pintu terbuka sendiri—dengan suara decit mengerikan.


Pak Siwon duduk di balik mejanya, mengenakan jas coklat dan tersenyum. “Silakan duduk, Lucas.”


Lucas duduk. Matanya mengamati sekeliling. Ruangan itu gelap, dengan tirai tertutup rapat. Hanya satu lampu meja menyala. Di pojok ruangan, ada kasur tua dengan tiang besi di keempat sudutnya. Ditutupi kain putih. Lucas menatapnya lama.


“Lucas, kamu tahu kenapa kamu di sini?”


Lucas tidak menjawab.


Pak Siwon berdiri, perlahan berjalan ke sudut ruangan. Dia menarik kain putih dari kasur tua di pojok ruangan. Lucas menelan ludah.


“Ini tempat kita bicara serius, Lucas,” kata Pak Siwon sambil menepuk kasur. “Kamu tahu… banyak anak yang lupa siapa mereka sebenarnya. Di sini, mereka diingatkan.”


Lucas tertawa mengejek. “Apa maksud Bapak? Mau hipnotis saya di situ?”


Pak Siwon tak menjawab. Ia hanya menatap Lucas—tajam, menusuk, seperti sedang membaca isi pikirannya.


Kemudian lampu mati.Lucas terperanjat. Penglihatanya gelap gulita. Suara Pak Siwon tetap terdengar tenang dalam kegelapan. “Lucas… kamu tidak akan keluar dari ruangan ini… sampai kamu berubah.”


Detik berikutnya, Lucas merasa seolah tubuhnya berat. Ia mencoba berdiri, tapi tak bisa. Ruangan itu berubah. Dindingnya seperti mengerut, dan udara semakin dingin.


Dan kasur itu… bergetar.



-----


Lucas mengangkat alis. “Apa maksud lo?”


Pak Siwon mengikatkan pergelangan tangan dan kaki Lucas ke tiang tempat tidur dengan kemeja beserta celana lucas sudah tidak lagi menutupi tubihnya, Tubuhnya diikat cepat—tangan dan kaki tertahan di tiang-tiang besi.


“Apa-apaan ini?! Lepasin, GILA!”


Pak Siwon tak menjawab. Ia langsung naik di atas tubuh lucas, kakinya ia buka sebagai tumpuan untuk tidak menindih murid nakalnya.


“LU GILA! SAYA LAPOR POLISI!”

Pak Siwon hanya tersenyum. “Kau tahu, Lucas… anak-anak sepertimu tidak berubah dengan kata-kata. Kalian butuh… penyadaran lewat rasa.”Ia menyentuh wajah Lucas dengan tangan kananya.


“Setiap anak nakal karena merasa paling berkuasa tapi kau… kau hanya butuh seseorang yang membuatmu tak merasa berkuasa lagi.” Siwon yang 3 kancing bajunya sudah terbuka membuka sisa kancing kemejanya dan melemparkannya ke wajah Lucas. Dia melepas jam tangan, gelang logam dan cincinnya


Sekarang Lucas benar-benar ketakutan, Pak siwon mencengkram rahang Lucas dengan sangat kuat, bahkan kuku Siwon sudah menancap memberikan luka di wajah Lucas


"Pak pak maafkan saya pak, saya sudah keterlaluan, maaf " kata lucas namun yang ia rasakan basah dibagian dadanya


"diamlah sayang" kata Siwon menjilat niple Lucas


Siwon kini bermain dengan dada bidang Lucas, niple kecoklatan menjadi incaran Siwon, Siwon menjilat, menyedot bahkan menggigit niple itu sampai sang pemilik mengaduh kesakitan


"arghhh pakk pakkkk stophhh stophhhh sayahh minta maafhhh" kata Lucas, tubuhnya selalu bergerak berusaha melepas ikatannya.


"STOPHHH PAKKKK SAKITHHHH" teriak Lucas. Terus, dalam panik, kemeja yang nutupin matanya perlahan dibuka. Cahaya terang langsung nyorot ke mukanya, bikin dia harus merem untuk menyesuaikan matanya. Tapi pas akhirnya dia bisa buka mata, yang dia liat pertama adalah wajah Pak Siwoon dengan tampang yang belum ia lihat. Itu muka yang beda—senyuman lebarnya dingin, matanya merah kayak bara api, dan ada kilatan jahat yang bikin Lucas langsung ngerasa merinding sampai ke tulang.


“Pakkk hikss saya minta maaf… saya mohon maaf pakkkkk hikss”


"mulutmu itu selalu bicara kotor" Pak siwon tak mengindahkannya, ia lalu menurunkan resletingnya, kemudian membuka kancing celananya, siwon kemudian menjambak rambut Lucas dan menarik lucas mendekat ke selakangannya


Plop


Siwon mengeluarkan penis besar, panjang dan beruratnya dari dalam celana dan langsung menampar pipi lucas, lucas sendiri kaget, dia tidak pernah megira ada penis sebesar milik siwon.


"kulum sayang!" kata siwon


"tidak!!!!" kata lucas ketus memalingkan wajahnya


"aku tak sudi berhubungan bajingan keparat!" lanjutnya


BUGH


Siwon memukul rahang lucas ke atas sampai kepala lucas menoleh ke arah yang berlawannan, siwon pastikan rahang lucas patah


Cup


Siwoon langsung membungkan bibir Lucas lalu melumatnya dengan kasar, Namun tetap saja memberontak kesana kemari


Bugh


Siwoon membugemnya sekali lagi sampai wajah lucas ketakutan


"Berontak sekali lagi.. kuperlakukan kasar kau... sekarang hisap" Kata Siwoon menyodorkan penisnya yang membuat Lucas ragu ragu. Ia tak mau mengulumnya tapi ia juga tidak mau dibogem lagi


PLAK


"CEPAT HISAP..."


PLAK


Lucas membuka mulutnya dengan sudut bibirnya yang gemetar, ia membuka sedikit demi sedikit mulutnya. Kepala kontol masuk lalu perlahan lahan dia memasukkan setengah batang itu.


"Ahhh.. kulum anjing JANGAN DIAM SAJA!!" Saat hampir melayangkan tangannya, lucas cepat cepat langsung menggerakkn mulutnya pelan desertai tangisannya.


"Ehmmm ahhh... yah begitu Lucas.. kalo nurut begina kan bagus... makin cantik kamu"


Dari sudut pandangnya ia melihat lucas yang sedang menangis kesusahan mengulum penis besarnya apalagi ia juga secara pelan menggerakan pinggangnya.


Lucas hanya bisa memasukkan penis Siwon setengah saja, namun Siwon tidak terima dia memegang kepala Lucas dan mendorong penisnya lebih masuk kedalam sampai membuat tenggorokkan Lucas menggembung. Siwon lalu menggerakkan kepala Lucas maju mundur sesuai kemauannya, Siwon tidak peduli Lucas yang tersedak dan susah bernapas, saat Lucas tersedak Siwon menyukai sensasi itu seperti penisnya dijepit kuat tenggorokkan Lucas


"arghhh shhh emhhh fuckhhh Lucashhh ahhh ahhh" desah Siwon sepihak tampa memedulikan siswanya


"shithhh fuckhhh kulumhhh terushhh ahhh emhhh shhh ahhh"


CROT CROT


Siwon menyemburkan spermanya didalam mulut Lucas, untuk beberapa menit Siwon menahan kepala Lucas agar seluruh sperma yang dikeluarkan penisnya habis ditelan Lucas terlebih dahulu


Siwon memegang paha Lucas lalu mendorongnya membuka kedua paha itu lebar-lebar melihat lubang Lucas dan langsung menjilatinya, memasukkan lidahnya kedalamnya dan memanjakan Lucas


Siwon memasukkan tiga jarinya di lubang Lucas lalu mengocok lubang Lucas dengan sangat kasar sampai berdarah lubangnya masih perawan, apalagi Jari-jari Siwon panjang-panjang jadi sakit


"arghhh PAKKKHH SAKITTHHHH AHHHHH STOOPPPP AHHHHH”


PLAK


"DIAM ANJING”


JLEB


"AAAAAAAAAAARGHHHHHHH SAKITHHHHHH STOPHHHHH" teriak lucas tak terkontrol saat sesuatu tumpul namun besar dan panjang masuk kedalam lubangnya, tubuhnya terus bergerak berusaha melepas ikatan namun justru memperparah kulitnya


"hahahaha sekarang kau tak bisa bicara hemm….. Siapa sekrang yang berkuasa… Tujukan kekuasaanmu lucas wong!" kata siwon


"ahhhh" desah lucas kesakitan, saat penis siwon masuk rasanya sakit, tapi saat lucas mendesah rasanya lebih sakit


Plok Plok Plok Plok Plok


"JANGAN! PAK JANGAN!"


"jangan apa? Jangan berhenti? Gini maksudnya?"


"arhhh shhh shhh pak stophhh shhh emhhh shhh ahhhh shhh”


Isakan demi isakan mulai keluar dari bibir Lucas yang berdarah, lama-kelamaan air mata mulai mengalir dari mata Lucas, Lucas menangis dia merasa tubuhnya kotor, diperkosa oleh guru Bknya,


"ahhh fuckhhh sempithhh bangethhh sayanghhh emhhh shhh ahhh enakhhh bangethhh fuckhhh" desah Siwon


"ahhh Pak sakithhh emhhh arghhh"


"Jangan banyak protes "


Karena Lucas terlalu berisik Siwon langsung menempelkan bibirnya dengan bibir Lucas sambil terus bergerak


Plok Plok Plok Plok


Suara penyatuan Siwon dan Lucas sangatlah kencang, ditambah suara benturan pinggang Siwon dan pantat sintal Lucas beradu, untung kelas sudah bubar 10 meniit yang lalu


"arghhh shhh ahhh ahhhh ahhh emhhh shhh pakhh ahhh arghhh shhh"


Croottt


“HAH HAH”



Lucas terbangun dari tidurnya dengan pakaian lengkap membuka mata, dan mendapati dirinya masih duduk di kursi ruang BK. Tangannya bebas, tak ada tali, tak ada kasur. Hanya Pak Siwon, masih duduk di meja, memandangnya dengan mata tajam namun penuh pemahaman.


"Bagaimana rasanya?" tanya Pak Siwon pelan.


Lucas tidak bisa berkata-kata.Lucas tak peduli luka dibadannya. Tapi ia ditahan berjam-jam dengan dihipnotis diperkosa membuatnya truma, lampu yang berkedip-kedip, dan dinginnya logam menyentuh kulitnya sesekali. Pak Siwon memainkannya, membuatnya merasa kecil, tak berdaya, dan akhirnya... kosong. Matanya kosong melangkah keluar tanpa berpamitan dengan gurunya. Langkahnya gemetar.


Keesokan harinya, ia datang ke sekolah dengan luka lebam di wajahnya yang hanya dapat ia lihat dan rasakan, duduk di kelas paling depan, dan tidak bicara sepatah kata pun.


Anak-anak hanya saling pandang. “Pak Siwon berhasil lagi…”


Tak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di ruang itu. Tapi satu hal pasti: mereka semua takut. Karena di ruang itu, bukan hanya tubuh yang diikat. Tapi... jiwa yang dihancurkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments

Instruksi Cara Beli PDF

  1. 1. Masuk ke Trakteer: Klik di sini, lalu bayar sesuai harga PDF.
  2. 2. Pesan dukungan harus ditulis dengan format: email dan judul PDF.
  3. Contoh: 123abc@gmail.com JUDUL PDF

  4. 3. Tunggu hingga pesanan Anda di ACC.

Catatan: Jika pembelian dilakukan antara jam 23:00 - 06:00 (jam rehat), ACC akan diproses setelah jam tersebut.

Jika masih bingung kontak dibawah ini

kontak @69696ustory