Cari Judul

Sabtu, 10 Mei 2025

Pria panggilan

Jeno baru saja keluar dari gedung kampus, matanya menyusuri jalanan kota yang ramai dengan orang-orang. Ia membutuhkan tempat tinggal baru, karena kontrakannya yang lama sudah habis, dan harga sewa di sana terlalu mahal untuk kantong mahasiswa seperti dirinya. Dengan sedikit uang yang ia punya, Jeno harus pintar-pintar mencari tempat yang sesuai dengan anggarannya.


DIKONTRAKAN - Hubungi Bu Taeyong


Setelah berkeliling, ia menemukan sebuah rumah sederhana di dekat kampus yang tampaknya cocok. Rumah itu tidak terlalu besar, tapi nyaman dan lokasinya strategis. Pemiliknya, itu bernama Tante Taeyong, ternyata tinggal sendirian dan sangat ramah.


Jeno mendekat, menekan bel. Tak lama, pintu terbuka, memperlihatkan sosok pria centil dengan penampilan mencolok-celana selutut ketat, tanktop, dan bibir merah menyala. Rambutnya di-curly sempurna dan matanya menilai Jeno dari atas ke bawah seperti memeriksa barang. Ia menyambut Jeno dengan senyum hangat saat ia datang untuk melihat-lihat tempat itu


“Kamu mau ngontrak, Nak?” tanyanya dengan senyum genit.


Jeno menelan ludah. “Iya, Bu. Atau… Tante.”


“Tante aja. Bu kedengeran tua banget,” sahutnya sambil tertawa kecil. “Masuk, Tante tunjukin rumahnya.”


Rumah itu cukup besar, tipe dua lantai dengan lima kamar. Ada halaman kecil di belakang dan dapur bersih. Mereka menaiki tangga ke lantai dua, dan Tante Taeyong menunjukkan kamar paling ujung. Lumayan besar, ada jendela menghadap taman, tempat tidur kayu, lemari baju, dan meja belajar.


“Ini biasanya Rp1,200,000 per bulan. Tapi bisa nego kalau kamu anak baik-baik,” katanya sambil melirik Jeno.


Jeno mengangguk pelan. “Tante… kalau saya baru mulai kuliah dan belum kerja, bisa nggak… dicicil atau gimana gitu?”


Tante Taeyong menyender ke dinding, tangan menyilang di dada. “Cicil? Hmm… kamu bisa bayar pakai cara lain?”


“Cara lain?” Jeno menatap bingung.


Tante Taeyong melangkah maju, jemarinya menyentuh bahu Jeno. “Kamu cakep. Kulit mulus, badan oke. Tante punya kebutuhan juga, sayang… Kita bisa saling bantu.”


Jeno membeku. Degup jantungnya makin cepat. Maksudnya…?


“Aku harus tidur sama Tante?” tanyanya pelan, hampir berbisik.


Tante Taeyong tersenyum simpul dan menepuk pipinya pelan. “Nggak harus sekarang. Tapi kalau kamu mau kamar ini dan bebas bayar sewa sebulan-dua bulan, Tante bisa atur. Kamu tinggal nyenengin Tante. Gimana?”


Jeno terdiam. Otaknya penuh dengan pikiran bercampur aduk malu, takut, tapi juga tertantang. Tubuhnya memang menarik. Dia tahu itu. Bahkan Haechan, temannya, sering bilang dia bisa jadi ‘ayam kampus’ kalau kepepet.


Dan sekarang, mungkin itu memang satu-satunya pilihan.


“Aku… oke,” ucapnya akhirnya. “Tapi jangan kasar.”


Tante Taeyong terkekeh. “Tenang aja. Tante manja kalau udah di ranjang.”


Malam itu, kamar yang tadinya kosong menjadi saksi awal perubahan hidup Jeno. Dengan tubuh telanjang dan keringat membasahi dada, dia terbaring lemas di atas kasur Tante Taeyong.



==================


“Ahhh shhh tantehh” Taeyong menghirup aroma kejantanan yang sangat maskulin yang masih lemas, tangannya mulai meraba benda lunak itu, mengelus kepala benda tang tegak lalu mencium pucuknya untuk membuat benda itu bangun


“Makinn besar saat berdiri jenoo” Taeyong dengan lihai mulai menjilati kontol Jeno, mulai dari kepala kontol sampai pangkal kontol, tak lupa juga dengan bola-bola kembar yang menggantung.


"fuckhhh shhh ahhh” Taeyong memasukkan kontol Jeno kedalam mulutnya lalu menghisapnya kuat, Jeno mendesah sangat keras saat kontolnya dihisap Taeyong, rasanya luar biasa, Jeno bisa gila karena ini, namun Jeno bukan tipe yang mudah puas, ia memegang kepala Taeyong dan memasukkan kontolnya lebih dalam.


Jeno mencengkram kepala taeyong dan menggerakkan kepala Taeyong dan pinggangnya berlawanan arah, membuat kontolnya masuk lebih dalam ke mulut bahkan sudah sampai tenggorokkan, fuck Jeno makin menggila karena tante genit ini.


"ahhh shhh fuckhhh shhh arghhh fuckhhh emhhh shhhh ahhhh"


Croottt


Dengan hisapan terakhir Taeyong mencoba meminum semua air yang keluar dari kontol Jeno samapi ia tersedak sedak.


“Akhhh payah Jenn.. Cepat sekali kamu keluar”


“hehehe maaf tan... Soalnya blowjob Tante enak banget”


Tak mempermasalahkan basah basinya Taeyong singkap tanktopnya, melepasnya lewati kepala hingga tubuh Taeyong yang masih mulus tersaji di depan Jeno. Badannya telanjang bulat setelah celana pendeknya juga dilempar ke lantai. Lalu Taeyong tekuk lututnya, berjongkok di atas paha Jeno.


“Kontol kamu gede Jen, bikin tante puas.” Taeyong menggesekkan kepala kontol Jeno ke anal ya.


“Ahh udah lama tante gak diisi kontol gede begini.”


“Tante ahh— ahhh..” Mulut Jeno menganga lebar menonton lubang Taeyong perlahan-lahan lahap kontolnya.


Anal Taeyong kelihatan lower tapi pas kontolnya udah masuk tetep aja sempit kek lubang perawan! Gilak!


Taeyong turunkan pinggulnya sampai seluruh batang kontol Jeno sempurna bersarang di lubangnya. Kontolnya berasa diremes-remes kuat di dalem sana, Bang Jeno merem melek megangin pinggang Taeyong biar dia bisa nyodok makin keras dan makin kenceng.


Gak main-main, Taeyong bersemangat nyambut sodokan kontol brondong sambil ketawa-ketawa.


“hhhh enak banget kontol brondong!! Macam kontol suami saya!! Hhhh tapi kurang mantep karena tante main sendiri AH! IYA GITU AHHH!”


Tanpa repot-repot merespon Taeyong, Jeno ikut menggerakkan pinggulnya sampai kasur terbunyi bunyi karena genjotanyaml.


Jeno tiba tiba menekik leher Taeyong yang tengah mangap mangap karena kontolnya dan menarik Tante tayong mendekat untuk pertemukan bibir mereka. Ciumannya amat berantakan, ludah bercampur ludah yang Taeyong transfer luruh dari sela-sela bibir Jeno.


Mereka cipokan sampe gigit-gigitan gak mau kalah, abis itu Taeyong bakalan mangap biar mulutnya diludahin Jeno.


Jeno juga gak nahan lihat dada Taeyong didepapannya. Dikenyotlah dada Taeyong sambil dimainin pentilnya pake lidah yg bikin Taeyong desah-desah gak karuan.


Kontolnya di bawah sana masih nyodok dengan semangat seolah tenaganya gak abis-abis meski pinggang Jeno udah agak pegel.


“Ahh enak banget kontolnya.. kesukaan tante. Keyothh yang kuath jenh"


“Tante.. tante..” Jeno seperti orang tolol memanggil-manggil Taeyong yang sedang keenakan di atas kontolnya.


“Nghh tante..mau croot..”


“croot aja. Semburin pejunya didalam biar Tante hamil laaggi.”


Jeno langsung nambahin lagi kecepatan sodokannya sampe kepala Taeyong terlempar untung ditahan Jeno karena masih ngenyot pentil Taeyong lagi dengan semangat, sesekali dia gigitin juga tuh pentil sampe bikin Taeyong teriak-teriak makin kenceng.


Croootttttt


“Banyak banget.. ahhh Jeno kamu bikin tante keenakan. Pinter banget sayang.” sperma Jeno meluncur masuk tepat ke rahim anget Taeyong.


Gak tau udah berapa jam dan berapa kali mereka crot, akhirnya kontol Jeno udah mulai lemes dan keduanya juga udah kecapean. Seluruh berat badan Taeyong kemudian ia limpahkan ke arah Jeno


“Kamu enak banget, Jeno,” gumamnya. “Tante suka. Mulai malam ini, kamu tinggal gratis di sini. Tapi jangan bikin Tante kesepian, ya…”


Jeno hanya bisa mengangguk kecil, menahan perasaan yang tak bisa ia jelaskan. Di satu sisi, dia merasa seperti menjual dirinya. Tapi di sisi lain, ini awal dari sesuatu dia belum tahu apa, tapi hatinya bergetar setiap mengingat wajah Tante Taeyong saat menikmati tubuhnya.


Keesokan paginya, Haechan datang membawa bekal. Sahabatnya sejak SMA itu tahu Jeno sedang cari tempat tinggal dan penasaran dengan tempat barunya.


“Wah, kontrakan kamu bagus juga. Serius, kamu dapet murah?”


Jeno hanya tertawa pahit. “Bisa dibilang gitu…”


Mereka makan bersama di halaman belakang. Haechan menatapnya penuh selidik. “Kamu nggak bohong kan? Kamu… nggak ngelakuin hal aneh buat dapetin kamar ini?”


Jeno terdiam. Lalu menatap Haechan dan tersenyum miris. “Tergantung kamu definisikan ‘aneh’ kayak gimana.”


Haechan menghela napas. “Jeno… jangan ngelakuin hal yang bikin kamu nyesel.”


“Aku nggak nyesel, Chan. Aku cuma… mulai bertahan hidup dengan caraku sendiri.”



Pria Panggilan

FULL AKSES BAB 2-7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments

Instruksi Cara Beli PDF

  1. 1. Masuk ke Trakteer: Klik di sini, lalu bayar sesuai harga PDF.
  2. 2. Pesan dukungan harus ditulis dengan format: email dan judul PDF.
  3. Contoh: 123abc@gmail.com JUDUL PDF

  4. 3. Tunggu hingga pesanan Anda di ACC.

Catatan: Jika pembelian dilakukan antara jam 23:00 - 06:00 (jam rehat), ACC akan diproses setelah jam tersebut.

Jika masih bingung kontak dibawah ini

kontak @69696ustory