Udara di New Delhi saat itu terasa berbeda. Hangat dan dipenuhi aroma rempah-rempah yang menyatu dengan bau asap dari kendaraan bermotor. Sehun berdiri di tengah hiruk-pikuk jalan Chandni Chowk, mengenakan hoodie hitam dan kacamata hitam besar yang menutupi hampir seluruh wajahnya. Meski berusaha menyamar, kulit, tubuh tinggi dan karismanya tetap menarik perhatian beberapa orang.
Setelah menyelesaikan jadwal promosi yang padat di Korea, Sehun memutuskan untuk pergi berlibur. India menjadi pilihannya—negara yang eksotis, penuh warna, dan kaya budaya. Tapi yang paling membuatnya tertarik adalah makanan jalanannya. Ia ingin mencicipi sendiri chaat, samosa, dan teh masala dari tangan para pedagang lokal.
Dia berhenti di satu gerobak makanan yang jual panipuri—makanan ringan khas India yang pedes dan asem.
“One panipuri, please,” kata Sehun pakai bahasa Inggris seadanya.
Penjualnya mengangguk, senyum lebar, dan langsung siapin makanan. Sehun duduk di bangku kayu kecil, menikmati satu demi satu panipuri dengan lahap. Matanya berbinar—kayak anak kecil nemu mainan baru. Di Korea, dia tidak bisa makan sembarangan kayak sekarang. Sangat berbeda dari makanan diet yang biasa dia konsumsi saat sedang aktif bekerja. Setelah itu, dia berpindah ke kedai kecil lain yang menjual chai. Di sana, dia disodori segelas kecil teh panas dalam gelas tanah liat.
Namun, Sehun tidak menyadari bahwa beberapa pria yang duduk di pojokan kedai itu terus menatapnya sejak tadi.
“Yeh toh wohi hai na… Korean artist…” bisik salah satu dari mereka. Yang lain mengangguk dengan mata menyipit penuh niat.
Mereka berbicara dalam bahasa Hindi cepat, merencanakan sesuatu. Salah satu dari mereka bangkit dan berbicara dengan penjual minuman, menyelipkan sesuatu ke dalam kantongnya. Tak lama, teh Sehun diganti dengan segelas baru.
“Try this, special chai for our guest,” kata si penjual sambil tersenyum.
Sehun mengangguk sopan, mengambil gelas baru itu dan menyesapnya perlahan. Rasanya lebih manis dari sebelumnya… dan agak aneh. Namun, dia tidak curiga sedikit pun. Dia terlalu tenggelam dalam euforia rasa, tempat baru, dan kebebasan dari jadwal yang mengekangnya.
Beberapa menit kemudian, dunia di sekelilingnya mulai kabur. Suara bising pasar mulai menjauh, cahaya berpendar menjadi buram. Jantungnya berdetak lebih cepat, tapi tubuhnya mulai terasa berat.
“Apa… yang terjadi…?” bisiknya dalam bahasa Korea, sebelum tubuhnya limbung ke samping dan gelas tanah liat itu terjatuh, pecah di tanah.
Orang-orang di sekitar tidak terlalu bereaksi. Seolah sudah diskenariokan, beberapa dari pria itu cepat menghampiri, pura-pura membantunya berdiri.
“Friend too much drink, we take him rest,” ucap salah satu pria kepada penjual, yang hanya mengangguk ia juga bingung atau mungkin dia sudah dibayar cukup untuk menutup mata.
Sehun sudah tak sadarkan diri saat tubuhnya diseret ke lorong sempit di belakang deretan kedai. Langkah kaki mereka cepat, membawa Sehun menjauh dari keramaian.
Lorong itu sempit, gelap, dan berbau tajam. Sisa-sisa makanan dan sampah menumpuk di sudutnya. Sehun dilempar begitu saja ke tanah, lalu salah satu pria melihat keadaan sekitar.
Salah satu dari mereka mengambil ponsel Sehun, mematikannya dan memasukkan ke dalam kantong. Sementara satu lagi mulai mengikat pergelangan tangan Sehun dengan tali kasar.
------------
Tubuhnya terhempas ke tanah, punggungnya terasa nyeri, dan dunia serasa berputar.
Ketika Sehun membuka mata, yang pertama ia lihat adalah langit kusam di atas kepalanya, disaring oleh dinding-dinding tinggi yang menjulang sempit. Lorong itu pengap, bau busuk selokan dan sisa makanan busuk menguar dari sekitar. Di bawahnya, tubuhnya tergeletak telentang, dan ia segera menyadari tangannya terikat ke belakang, dan kedua kakinya diikat menyilang.
Ia mencoba mengangkat kepala, tapi langsung ditampar keras oleh seseorang.
PLAK!
Sakitnya menyambar pipinya. "Wake up," suara berat dan kasar bergema dalam lorong.
Sehun ternganga, napas memburu. Matanya langsung memindai sekitar. Lorong itu sempit dan sunyi. Tak ada siapa pun kecuali tiga pria asal negara tersebut, mengenakan pakaian lusuh. Salah satu dari mereka menatapnya tajam sambil berjongkok di samping tubuhnya.
Sehun mencoba berguling, menjauh, tapi tubuhnya nyaris tak bisa bergerak. Ujung bajunya kotor, wajahnya nyaris mencium tanah.
"Apa… apa yang kalian mau dariku?" Dalam bahasa koreanya panik, suara serak karena kering.
"Ehmm what you need? Ahhh sialan" Sehun dalam bahasanya sering berteriak meminta pertolongan, harap-harap ada yang membantunya. Dia bergerak gerak untuk kabur meskipun tahu seluruh badannya diikat
"Pleeass... Jangan apa apakan saya"
Ketiga orang itu hanya melihatnya sambil tertawa sampai dalah satu pria mendekat dengan gelas kecil plastik di tangannya.
"Minum ini kau berisik" katanya datar
Sumpah saya bingung bahasa bagaiman kan beda bahasa. Tapi satukan saja deh..
"Tidak... aku tidak mau... kumohon..." Sehun berusaha meronta, tapi hanya bisa menggeliat di atas tanah yang dingin dan kotor. Wajahnya basah karena air dan debu. Tali plastik di pergelangan tangannya menjerat keras hingga nyaris menghambat peredaran darah.
Tanpa peringatan, pria itu meraih rambut Sehun dan menarik kepalanya ke belakang. Dengan paksa, cairan dari gelas itu dituangkan ke dalam mulutnya.
"AUGH!" Sehun batuk keras, menolak, tapi sebagian cairan tetap tertelan. Rasa pahit langsung memenuhi tenggorokannya. Obat itu bekerja cepat. Dalam hitungan detik, tubuhnya mulai panas, ia menggeliat mencari cara menahan panas dan gatal pada tubuhnya. kesadarannya mulai kembali total dengan nafsu yang tak terhankan.. ia berusaha melepaskan pakaiannya karna tubuhnya sangat panas.
pemandangn menarik saat melihat Sehun yang tak berdaya itu memberontak obatnya. Obat yang kini mereka rojoki Sehun bekerja, mereka langsung jalankan aksinya.
Ketiganya kini berjalan menghampiri pria itu, dua pria langsung melepaskan ikatannya dan mengangkat dan menarik tubuh Sehun sampai berdiri, sedangkan pria satunya ia menanggalkan pakaian Sehun. Sehingga terlihatlah perbedaan antara kulit putih sehun dan ketiga pria lainnya.
"Jangan! Lepaskan!!" teriak Sehun dan mulai memberontak saat para lelaki itu melepaskan pakaiannya.
"Brengsek! Jangan jangan tapi kontolnya tegang!!"
"Berhentilah menangis dasar jalang!" Seorang pria lain menampar Sehun yang membuat Sehun semakin ketakutan. Pria itu dengan tega mulai memaksa ujung gagang sapu kedalam lubang Sehun, sehingga setiap Sehun tidak mau berdiri sapu itu akan masuk kedalam tubuhnya.
"Jangan lakukan ini, kumohon hmmmm"
"Mmhhmm!!!"
Pria itu lalu mencondongkan wajah dan mulutnya melumat bibir Sehun, satu tangannya di pentil kiri sedangkan pentil kanan dimainkan oleh yng lain
"MMHHHHMM!!!"
Sehun melenguh hebat. Pelintiran pada pentil kiri kanannya membuat tubuhnya menggelinjang hebat. Penisnya yang telah mengeluarkan ereksipun menyemburkan isinya. Begitu juga anusnya yang mengerat kencang, mengunci gagang sapu di dalamny
"Oh?" Pria itu tampak terkejut. " sensitif sekali, baru juga pentil."
Ketiganya semakin girang. Dia pun turun kebawah penis tegang Sehun yang baru ejakulasi
Lalu, tangan itu mencengkram penis sehun, membuat napas sang empunya tercekat. Orang itu mengocok pelan penis tegang tersebut, jempolnya mengusak kepala penis yang kotor akibat ejakulasi pertama.
"Mmmhhm!!! Ngghh mmmhh!!!" Pada saat ini pentilnya juga sedang dikenyot.
Tubuh Sehun tak dapat menahan rasa nikmat itu apalagi terbakar oleh obat perangsang. Dia gemetar hebat, penisnya semakin berkedut-kedut lagi... Gagang sapu yang sudah masuk kedalam lubang Sehun sudah dikeluarkan dan siap dimasukkan oleh gagang sapu yang baru berwarna hitam.
"Ughhh kontolku sesak."
Pria itu berhenti memainkan kontol sehun, lalu membebaskan penisnya yang berdiri tegak. Dia mengocok kasar kontolnya dengan precum, sebelum akhirnya mengarahkannya ke anal Sehun.
Dikocoknya dulu gagang sapunya itu beberapa kali hingga pria itu siap menyodok masuk penisnya ke dalam liang dubur Sehun. Seluruh batang penisnya bersarang di dalam liang sang idol. Kemudian pria itu menarik penisnya, lalu menggenjot kuat ke dalam hingga Sehun melenguh keatas
"Ahh" Pria itu mendesah nikmat seraya memasukkan penisnya ke dalam liang dubur itu.
"Penuh sekali lubang lacur ini………
Korea bitch Hahaha" Tentu saja, pria itu tidak menunggu jawaban dan menghentakkan pinggulnya, menggenjot anal itu demi memuaskan hawa nafsunya.
"Hahh hahh… gila, lubangmu lebih sempit dari memek istriku, ah~ Rapatin lagi sayang mmhhm pijat kontol dengan lubang ketatmu"
Pria itu meracau, kerap membandingkan lubang sehun dengan istrinya. Namun, hentakannya tak kunjung berhenti, malah sebaliknya, karena Akses gerakan yang terbatas menyuruh temannya minggir dan merubah posisi menjadi Sehun yang berbaring di tanah.
"akhhhhshhhh stoppphhh akuhhh shhh atoopphhh ahhh ahhh ahhh ahhh"
ia mencepat, menggenjot kasar lubang sehun tanpa ampun tampa peduli punggung Sehun yang tergores.Wajahnya turun hingga sejajar dengan pentil Sehun. Mulutnya terbuka, lalu hisap puting kuat-kuat.
Sehun melenguh, kepala menengadah, menikmati rangsangan tiap rangsangan pada tubuhnya. Masih ada suara kecil di sudut kepalanya yang berteriak bahwa ini tidak benar. Namun, masa bodo Yang penting enaknya dulu baru susahanya.
Pria itu hanya terdiam dan terus menggerakkan tubuhnya keluar masuk dengan tempo yang sangat cepat sampai Sehun terhentak-hentak, ia terus menusukkan penis jumbonya kedalam anal pink yang sempit milik sementara kedua pria lainnya berdiap pada mulutnya
Ahhhh ahhh ehmmm" mulutnya teredam saat cengkeraman pria lainnya di rambutnya mengencang dan penisnya dimasukkan ke dalam mulut Sehun.
"Sialan!!! Mulut pelacur ini benar-benar nikmat! Kita beruntung dengan jalang ini!" Pria itu mendesis senang saat Sehun tersedak penis besarnya. Sehun belum pernah merasakan penis sebesar itu sebelumnya.
"Kau suka makan kontol ya... Keenakan kayaknya!" komentar pria yang kini sedang menjilati leher, dada, bahu dan niple Sehun, terkadang juga memberikan kissmark ditubuh Sehun
Air mata jatuh dari mata Sehun saat dia tersedak penis besar di mulutnya. Penis itu berbau busuk yang membuat Sehun mau muntah dan mencoba menariknya tetapi pria itu menampar wajahnya dan membuatnya mengisap penisny lebih dalam
Wajah Sehun memerah karena kekurangan oksigen. Ia terbatuk keras saat pria itu akhirnya melepaskannya. Ia menunggu tiga detik sebelum digantikan pria satunya lagi memasukkan penisnya.
Sehun tersedak ketika pria itu memasukkan kontolnya menyuruh mengulumnya hingga hidung Sebun terbenam di bulu kemaluan pria itu yang rasanya jauh lebih bau
Dia berhasil mengeluarkan kontol itu dari mulutnya dan menatap pria itu dengan memohon. "Cabut saja! Aku tidak suka baunya," teriaknya.
Pria itu tertawa dan menampar wajah Sehun untuk sekian kalinya.
"Diam kau jalang! terima saja seperti pelacur !" katanya dan mulai duduk di wajah Sehun laku menghentakkan kontol hitamnya yang besar ke dalam mulutnya dengan kecepatan seperti binatang.
"Kau bilng bau... Maka terima ini! Terima! Terima!"
"EMMM EMMM"
"Fuckk! Terima saja kau pelacur Korea! Kau pantas menerima ini! Kau pantas diperkosa lagi dan lagi." Pria itu memukul pantat Sehun dan menidurinya lebih cepat.
Sehun tak bisa berkata kata ia tersedak oleh kontol di mulutnya dan mengerang keras saat dia mencapai klimaks untuk kedua kalinya sambil diperkosa oleh beberapa pria kotor.
"Mmhhm!! Ngghh mmhh!! Mmhh mmhh mmhhhh!!!"
Napas Sehun berderu. Anusnya terasa perih dan berkerak seperti dikoyak. Namun, entah bagaimana, rasa perih itu berubah menjadi nikmat ketika sampai di otaknya. Desah demi desah ia keluarkan walau percuma seraya kontol orang tersebut menumbuknya tanpa ampun. Tak lama kemudian, kedua pria itu mengeluarkan sperma mereka di dalam anal dan mulutnya.
Dia memyemburkan spermanya didalam lubang milik Sehun, sebelum cum pria itu mendorong penisnya lebih masuk kedalam agar spermanya tidak bercecer keluar, diakhir dengan pria itu yang mencium bibir Sehun dengan ganas
Croot
Crooot
"Ahhh, sperma pertamamu bagaimana rasanya? Nikmat 'kan?" tanya orang itu.
"Mmmhmm!!" Sehun membalas dengan lenguhan.
Dia terbatuk dan menoleh ke bahunya untuk melihat pria lain yang sudah bersiap. Teman satunya menopang tubuhnya dengan memberikan akses lebih untuk anal sehun.
Dia dibelakang membuka lebar kaki Sehun sehingga terlihatlah sperma yang mengucur dari duburnya yang kebas. Tangan pria itu bantu masuk berusaha mengeluarkan spermanya
"Ah, you are beautiful." Pria ketiga bergumam sambil meniup lubang sperma sehun, membuatnya gemetar. Ia semakin mendekat dan mulai menjilatinya, mulutnya yang penuh nafsu mencicipi lubang yang basah itu.
Sehun tidak bisa berbuat apa-apa selain merengek saat pria itu melahapnya dengan kasar. Aksi itu membuat tubuh sehun tersentak lagi. Sehun tidak bisa bergerak karena pergelangan dikurung oleh temannya
Tapi lidahnya terasa sangat nikmat! Sehun bahkan mulai menggesekkan pinggulnya ke wajah itu, menginginkan lebih.
Saat pria didepannya ingin memasukkan kontol hitamnya. Sehun mencegahnya
"Langsung dua saja" Karna lubangnya terasa ingin digarus, ongin full
"Aha, sepertinya dia tahu jati dirinya. Minggir,"
Dengan saksama pria di belakang Sehun mengangkat tubuh ya dan memasukkan kontolnya ke dalam lubang anus Sehun
Jleb
"Engghhhhhh"
Sehun mengerang bagaikan pelacur dan meraba-raba pentilnya sendiri, sambil menyandarkan kepalanya di bahu pria itu.
"A...ah lagi! Kontol lagi.!" pintanya seperti pelacur gila
"Dasar jalang." Para peia itu tertawa dan menampar pelan wajah sehun sebelum kontol didepannya maju mendorong kemaluannya ke dalam lubang sehun yang terisi satu kontol.
jlebb
"Ahhh ya ya ya! Di sana! Isi aku
... Dengan kontol kaliannhh"
Mereka tidak perlu diberitahu dua kali saat dia terjepit di antara kedua pria itu dan mereka mulai bergerak dengan kecepatan seperti binatang, memberikan pelacur itu seks yang hebat
"Ah ah ah oh..." Sehun terus mendesah saat kedua kontol itu menghantam lubangnya
Pria lain mulai meniduri wajah Sehun saat dia melakukan kontak mata dengan pria itu sambil memegang ponselnya merekam Sehun blowjob, menghisap kontol seperti pelacur.
Sehun bahkan tidak peduli bahwa sedang merekamnya. Dia sedang linglung dan yang dia inginkan hanyalah kontol untuk mengisi lubang keserakahannya. Sifat itu muncul entah karna dia keenakan atau memang pure efek obat perangsang.
"ahhh shhh emhhh ahhh shhh ahhh" desah pria itu saat tubuhnya dipuaskan
"emhhh shhh ah ah ah ahhh shhhhh ahhh emhhh shh ahh ah ah ah ah ahhh shhh
Dia berdeguk dan menjilati kontol itu sambil matanya melihat ke kamera
"Fuck lacur Korea fuck Korea fuckk"
Sehun dientot dan ditampar terus menerus sementara lubang tubuhnya diisi penuh dengan kontol.
"Aku mau keluar! Aku mau keluar!"
"Ahhh aku akan keluar~"
"MMHHMM!!!"
Crootttt
croootttttt
croootttttt
Currr
currrrttttttt
"Mmhhm?!"
"Brengsek! Lacur! Lacur!"
Jari-jari kaki sehun melengkung, begitu pula punggungny, matanya langsung putih saat dia menerima semua yang ketiga pria itu berikan.Tetapi, yang keluar tidak hanya sperma tapi juga kencing.
Sehun menjerit kaget saat merasakan semburan deras mengisi lubang anusnya, membuat perutnya mengembung dengan cepat. Pria yang tengah menggagahinya itu kencing di dalam analnya membuat perutnya kembung seketika.
Glekk
Gleekk
Gleek
Begitu pula kencing pada mulutnya yang langsung ia telan bersama sperma
"Ah leganya" ujar pria itu setelah membuang air kecil di liang dubur sehun.
Ketiganya menarik keluar kontol mereka dan dalam sekejap, lubang sehun memuncratkan kencing dan sperma dengan deras.
Untuk adegan penutup pada film mereka semua melingkar dan melakukan masturbasi. Sampai akhirnya mereka menumpahkan sperma ke tubuh sehun, membuatnya mandi sperma.
"Kau merekam ini, kan?"
"Ya."
"Bagus. Kita harus mengunggahnya untuk memperlihatkan pada fans-fansnya"
Ayo" selesai puas pakai Sehun yang sudah benar-benar basah oleh sperma.Mereka menampar Sehun beberapa kali lagi sebelum meninggalkan tubuhnya yang penuh sperma dan kencing begitu saja. mereka kembali mengikat Sehun pada tiang dan membiarkannya telanjang membiarkan yang lewat di lorong itu memakainya.
Sehun tidak memiliki tenaga untuk melawan ataupun memberontak, ingin tidur saja harap-harap manager mencarinya
samar samar dia melihat dua orang berpakaian sergam yang mendekat sampai didekatnya ia menyadari bahwa itu polisi dan berakhir dia tersenyum lega mendapatkan bantuan di ambang kesadarannya
Sehun mendapatkan bantuan atau malah?
🎉 Dibuat atas request dari anonim yang sudah traktir lewat Trakteer!
Pengen request cerita juga? Langsung aja klik: https://trakteer.id/69696ustory2/link




Tidak ada komentar:
Posting Komentar